Kamis, 22 Desember 2011

aku tidak tau aku ini apa

ad300
Advertisement
ini adalah dimana matahari seperti tidak berguna untuk menyinari.
aku hampir tersadar dimana beberapa bulan lagi aku akan kembali
ya kembali
kembali menyendiri. tidak ada lagi cahaya di pagi hari yang menenangklan hati.
hanya tinggal menunggu waktu bahwasanya keluargaku akan pindah lagi ke bandung.
dan aku akan segera membusuk di kota ini.
setetes kebahagiaan yang aku nikmati satu tahun ini sebetulnya cukup menyenangkan. dimana aku sudah lelah hidup sendiri dan disakiti dunia.
aku ingin memelukmu sambil menangis erat. aku ingin bersikap aku adalah seorang balita yang masih membutuhkan kasih sayang orang tua.
tapi dunia memaksaku untuk kuat. aku harus kembali berani malawan takdir.
terkadang sakit hati itu memang ada.
tapi aku pikir aku terlalu lelah untuk merasa sakit hati.
sudah terlalu cape disakiti dunia dan teman-temanya.
9 tahun yang menyedihkan.
diantara batangan batangan bantalan rel kereta.
saat masih menjejaki hari dengan lecet kaki disana sini.
merintih untuk melangkah adalah pilihan yang susah.
berjibaku di atas bis kota setiap pulang sekolah.
aku takut pulang malam karena harus melewati serangkaian tempat angker.
aku ini penakut dulu. sekarang juga masih.
aku pernah di pukuli orang. dan juga pernah memukuli orang.
ah sial masa lalu yang kelam.
aku sedang tidak tenang saat ini. pikiranku entah dimana.
aku rindu masa lalu dimana aku selalu menyakiti diri sendiri dengan bernyanyi.
kini aku rasakan kembali hal yang sama.
aku rindu cermin besar di kamar tua itu. aku bernyanyi berderai air mata.
menyanyikan lagu tentang debu dan cerita sebelum tidur yang tidak pernah aku dapatkan.
berbekal beberapa kunci gitar yang aku hapal.
oh indahnya ketika kamu merasa bahwa dunia tidak benar benar membelamu
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: