![]() |
| Advertisement |
"van kamu sudah tidak muda lagi, cobalah berpikir realis tentang keluarga dan masa depan" ANJING! (maaf kasar, saya tidak berpendidikan(katanya)!) kau pikir aku tidak memikirkan masa depan? justru itu yang sedang aku perjuangkan. aku tidak pernah ingin menghabiskan waktuku untuk bekerja sepanjang hari di kantor milik orang lain dan hanya memberikan uang untuk anak istriku nanti. NO NO NO! itu bukan hidup, itu hanya tidak mati. kau tahu apa bedanya "hidup" dan "tidak mati" ?
hidup itu indah, kau bisa melakukan apa yang kau mau, kau bisa pergi kemanapun kau suka. tanpa harus memikirkan kekhawatiran tertentu karena semua sudah terjamin. sedangkan "tidak mati" adalah kau harus melakukan (yang bahkan kau sadar itu bukan dirimu, tapi kau pura pura punya passion) sesuatu yang tidak menyenangkan agar "tidak mati/tetap hidup". sangat jauh berbeda kawan.
ada beberapa titik yang sedang aku rancang. ada beberapa sumbu yang sedang aku bangun. ku ingatkan kembali. aku punya hak untuk berbicara. dan aku punya hak untuk menentukan ke arah mana aku akan hidup. dan aku punya hak untuk memilih apakah akan SENANG atau BAHAGIA? karena aku tidak pernah memiliki opsi untuk bersedih.
dan tentang aturan aturan yang dibuat oleh masyarakat. bahwa dewasa harus seperti ini, harus seperti itu, baju rapi harus seperti itu, seperti ini, rambut rapi itu seperti itu, seperti ini. maaf, aku tidak akan pernah bisa mengikuti semua itu. silahkan kalian menjadi bagian dari aturan sistem. dan aku akan tetap menjadi diriku. diri yang di anggap tidak bermoral. tidak berpendidikan. aku tidak mengakui statement itu. karena aku pun tidak mengakui keberadaan semua itu.
selamat pagi!
Karawang, 2 Desember 2014
Irvan Galuh




Van...van... nulis dengan tema bebas boleh aja tapi redaksi nya ya mbok sesuai kaidah vah hehe... piss....
BalasHapus