![]() |
| Advertisement |
keraguan itu memang milik kita bersama, ya setidaknya itu pernah dia ucapakan selagi kita masih memiliki nyawa untuk bertahan hidup. ragu untuk memutuskan keputusan maha agung. korelasi apa yang terjadi ketika kamu hendak meninggalkan angkasa. maka akan terjadi benturan maha dahsyat. akan merusak stuktur semesta yang sudak kian semrawutnya.. kamu ingin melihat kehancuran dunia? aku sudah dan tak ingin lagi.
memang benar bahwa terkadang keinginanlah yang mengajak kita menari-nari dibawah sinar matahari yang membakar punggung hingga kita merasa nyeri. kita rela berjibaku melawan keadaan hanya sekedar untuk membuktikan kepada dunia yang begitu congkak siapa kita di struktur semesta ini, melawan terang benderangnya peluru peluru perlawanan dari sekawanan berandalan. kini menghadaplah laki-laki yang beranjak tua dan berlumur dosa itu. beranjaklah dia tempat terkutuk dan bau busuk beratas namakan realitas. realitas tai kucing yang membuat kamu lebih tolol dari segerombolan pencuri yang lari terkencing-kencing ketika di kejar warga yang membawa bambu runcing.
lantas sekarang bagaimana? kita serahkan saja dengan semesta. apa jadinya mereka tanpa kata kata yang membuat kita merasa seperti terhina di hadapan para penuntut keadilan yang merengek ingin di bebaskan dari jerat kapitalis. bodoh memang aku bahkan tidak meyadari bahwa sesungguhnya mata mereka menusuk dari belakang, samping atas dan bawah. mereka menyerang dengan membabi buta yang membuat kita lupa bagaimana bersuara dan mengatur nada. kita ini bukan budak dari pemikiran tolol dan membosankan. kita lebih berharga dan lebih berani dari sekedar lembaran kertas berlabelkan beberapa barsis angka. budak budak modernitas yang menjijikan memang terlihat menantang untuk kita hancurkan.
karena loyalitas kita akan pemikiran maha luas yang menggabungkan banyak hal absurd menurut mereka. sedang menurut kita? itu adalah kebanggaan yang tidak terkira.
untuk kalian kawan kawan seperjuangan dan sepemikiran.
kita tidak akan kalah dengan dunia yang menjijikan.
kita tidak akan kalah dengan pemikiran yang membosankan.
kita yang akan memaksa dunia melihat kita dengan hati mereka yang mulai beraroma amis darah.
KITA TIDAK AKAN KALAH!





0 komentar: