![]() |
| Advertisement |
aku akan bercerita tentang salah satu dari mereka kali ini sekarang. di lihat dari gelagat jelaga yang terbaca dari mulai kata kata hingga isi kepala. dia merona membabi buta melupa bahwa kini waktu dia cinta sudah hilang bersama pusara para peluka yang memburu langit di batasan angkara murka. hingga satu satu malam di sepanjang jalan di batasan hutan bersamaan dengan terbesitnya siluet yang bertahtakan kunang-kunang dan suara malam. big bang terjadi dan membuat kamu bersikukuh tidak mau mati. membuat semua ruangan disesaki tragedi yang membuat semua dada yang kamu punya tidak lagi memompa udara. kamu sekarat. tapi tidak terima dengan semua itu. kamu bertanya kepada tuhan. ada apa ini? apa yang terjadi? tapi sepertinya tuhan yang kamu miliki. oh pahit sekali hidup ini. dia merintih sebangsat bangsatnya serupa perampok di tembak peluru tepat di belakang kaki. lalu dia pun mulai menyeringai. menaruh dendam dalam beberapa list daftar kekalahan. menyiapkan amunisi yang senantiasa menanti ditembakan kekepala yang dulu sempat dia bangga - banggakan. lupa. kini matahari tidak lagi menyinari. aku lihat satu isyarat dari belawai harap yang dia tulis dalam satu kalimat yang mengartikan kata maaf dan kamu itu apa? itu hanya tersirat bangsat begitu saja di balik mulut korporat keparat. ternyata hei ternyata. dia masih remaja dan sedikit alay. hahahaha
oke sekarang kita beralih ke yang satunya lagi.. hmm. apa yah.. dia seperti anak muda kebanyakan. merasa bangga dan jumawa dengan ribuan kaca yang belum berhenti dia bayar setiap bulan. serupa dusta dari semua petaka yang mengalihkan cahaya di malam sebelum fajar menjelang. serupa dengan banyaknya para muda yang merasa bangga dengan hal yang sama. hal yang dari dulu aku anggap sampah. hal yang sama dari dulu aku anggap menyedihkan lagi tidak berguna. entahlah sepertinya aku tidak perlu mengungkap semua busuk yang kamu punya. penikam punggung. pengecut super wahid. ah sudahlah terlalu bangsat untuk di bicarakan. membuat kepala tangan sangat erat.
dan tahukan kalian. kalian itu seribu kali lebih busuk dari kolom atang ruswita. seribu kali lebih bangsat dari tajuk majalah garda hahahaha




0 komentar: