![]() |
| Advertisement |
sebesar apa ego yang selalu aku teriakan.
jika kita bertanya mau jadi apakah kita? pilot? dokter? guru? atau mau jadi pengangguran?
beberapa tahun yang lalu masih terngiang bahwa saya harus bekerja mengingat saat itu
saya masih polos yang mengartikan the way of life skinhead. KELAS PEKERJA
saya pikir bahwa kita harus bekerja pada suatu instansi atau apalah sehingga kita bisa di sebut sebagai kelas pekerja.
tapi hati kecil saya selalu menolak bekerja kepada orang lain. atau menjadi sekrup perusahaan orang lain.
aku bukan sekrup ataupun tumbal yang bisa kalian pakai untuk membangun perusahaan kalian.
tapi masih banyak sekali pemikiran sempit di lingkungan saya yang selalu berkata.
mau jadi apa kamu? tukang gorengan? tukang nasi goreng? saya jawab dengan mantap. IYA!
saya akan menjadi pengusaha yang walaupun memiliki penghasilan kecil tetapi memiliki kekuasaan saham tunggal untuk perusahaan saya sendiri.
dan mengenai penghasilan? alloh sudah berikan masing masing rizky kepada setiap hambanya. tinggal kitanya aja yang harus nyari.
kalo kata alloh rejeki kamu hari ini cuma seribu ya berarti cuma seribu. kalo kata alloh rejeki kamu hari ini satu triliun yang berarti memang satu triliun.
saya atau kita para pencari kehidupan. masih bisa makan dan bertahan, masih bisa hidup di bumi yang sama. menghirup udara yang sama dengan para petinggi itu.
kita masih bisa beli apa yang mereka beli tanpa harus menjadi seperti mereka.
kembali ke paham yang dari dulu selalu saya anut. SAYA ANTI KEMAPANAN!
bukan berarti saya ga mau mapan. tapi ini tentang gaya hidup yang di anut masyarakat kebanyakan.
kita tidak perlu mengikuti aturan yang di buat oleh masyarakat bahwa sekolah harus tinggi. lalu kuliah di universitas ternama.
lalu kemudian bekerja di kantor. naik jabatan. sekolahin anak. mati.
saya masih bisa sekolahin anak lalu mati dengan cara saya sendiri. melihat sisi lain dari kehidupan. melihat dunia dengan kepala terbalik.
memikirkan apa yang tidak pernah mereka pikirkan. bahwa kita bukan penunggu. kita adalah pencari. kita mencari sendiri makanan untuk kita makan setiap hari.
mungkin benar bahwa resiko yang saya terima adalah saya akan mati sia sia ketika saya sadar bahwa jalan yang saya tempuh terlalu sulit untuk di lewati.
didepan sana ada jurang ada jurang terjal. dan saya akan segera melompati jurang itu dengan logika dan keyakinan.
percayalah. hidup akan terlalu singkat jika kita hanya mengahabiskan hidup untuk keperluan dunia. dan hidup juga akan terlihat terlalu bodoh ketika kita hanya memikirkan akhirat.
aku ingin seperti Nabi Muhammad SAW. dalam menyikapi hidup. telaah beliau dari semua sikap yang dimilikinya. aku ingin seperti beliau walau aku sadar tidak akan pernah mungkin. tapi aku mencoba.
beberapa bulan setelah keputusan itu aku lontarkan. keluar dari sebuah aturan sistem.
kini rongga rongga titik terang mulai menyiratkan sinarnya di antara pekat perih keputusan
kini mulai mampu berdiri sendiri tanpa dibawahi.
kini mampu melompati suatu sistem yang tidak beraturan.
dan kini mulai memegang satu sistem yang aku ciptakan.
aku kau dan kalian.
kita akan bersama sama melawan dunia!




out of people-box pisan!
BalasHapusmantap gan!
mari berusaha dan berdoa :D
BalasHapus