 |
| Advertisement |
bahkan untuk berucap sakral pun aku tak akan pernah. mungkin?kenapa? itu sudah pernah dan aku sudah tau apa hasilnya. lalu seorang kawan bicara kepadaku.kenapa tidak di coba saja lagi? dan aku dengan bodohnya menjawab.tidak kawan. aku bukan keledai yang akan jatuh ke lubang yang sama.. aku sudah tau rasanya di angkat lalu di jatuhkan dengan sangat keras.dan satu kawan lagi berkata. lalu untuk apa pengorbananmu selama ini?lalu kembali dengan bodohnya aku berkata.aku adalah hamba dari seorang ratu kerajaan yang sudah hampir seperempat abad berdiri.pengabdianku tanpa pamrih. tak ingin aku harapkan apa apa dari kerajaan itu.melihat kerajaan itu makmur dan mereka disana.. di dalam istana itu bahagia pun aku sudah sangat senang.biar aku memudar. asal kau tetap bersinar.mungkin sampai aku beruban.mungkin sampai aku susah untuk berjalan.mungkin sampai tuhan benar benar inginkan aku tiada.aku akan tetap menjadi hamba. hamba dari sebuah pemikiran yang telah melakukan revolusi.revolusi dari sebuah tradisi. tradisi dimana hilang lalu tinggalkan berubah menjadi hilang kemudian pertahankan.kau, kau, dan kau,, kau juga ,, ya kau juga, dan kau yang berdiri di pojokan sana,, lalu kau juga,,kalian! tidak akan pernah tau tentang hidupku. aku untuk aku. aku adalah aku.dimana aku tidak begitu diperdulikan keberadaanku di mata kalian.
tapi satu kawan nan jauh di luar pulau sana. perlahan mulai ketahui apa isi otak ku. tapi itu tidak sepenuhnya benar.karena satu kawan di luar pulau sana. tidak benar benar mengenalku. bahkan orangtua ku pun tidak akan pernah tau apa isi otak ku.hanya tuhan yang tahu. karena jalan hidupku memang misteri.dan kalian jangan banyak berkhutbah. aku tau apa yang aku lakukan.sejenak jiwa otoriterku kadang bergemuruh begitu saja.diantara kerikil yang sengaja aku injak tanpa alas kaki.aku akan paksa kaki kaki yang mulai rapuh ini untuk melangkah.melangkahi hari yang penuh kekalutan.diantara bayang setan dan malaikat.kadang aku tidak tahu siapa sebenarnya yang berbisik.setan kah?malaikatkah?aku lakukan apa yang aku pikirkan. tanpa paksaan atau rujukan dari siapapun.aku harap tuhan benar benar mengerti apa isi otak ku.lalu apakah aku sudah mengerti apa keinginan tuhanku?aku mengerti tapi ruang dan waktu selalu menghalangiku.lalu ruang dan waktu pun berkata.hei kenapa kau salahkan kami.kau sendiri yang sengaja masuk ke dalam wilayah kami.lalu aku berkata dalam diam.semua karena aku.aku terlalu bodoh untuk berpikir.selamatkan aku.tuhan.
Share This
0 komentar: