![]() |
| Advertisement |
ini bukan tentang PARA MANUSIA UNGGUL WARISAN ORIENTASI MAHASISWA
ini juga bukan tentang anggota parelemen yang "JUJUR DAN BUJAKSANA" (hack cuih!)
ini tentang seorang bapa yang mungkin sedang membela anak da istrinya.
siang itu sepertinya neraka sedang bocor, sehingga panas sangat terasa di ujung kepala
bahkan tikus jalanan pun tidak terlihat mereka asik bersembunyi di bawah got
tapi ada apa disana di atas aspal? siapa yang berlari lari di atas aspal?
seorang bapak berlari lari mengejar angkot dan kendaraan yang lewat, lalu sedang apa dia?
dia berjuang mati matian bahkan biar nyawa taruhannya
karena di kanan kiri adalah truk truk besar, dan dia masih menjajakan gantungan kunci
ya. gantungan kunci dengan harga seribu rupiah saja.
dia tawarkan gantungan kunci itu ke beberapa angkutan kota yang lambat berjalan.
lambat berjalan karena memang disana dekat pasar sehingga para supir sibuk mencari sewa.
sempat kasihan saya lihat dia belum ada satupun gantungan kuncinya yang terjual.
tapi beberapa menit kemudian saya tersenyum. ya tersenyum karena saya lihat dia juga tersenyum.
tersenyum setelah daganganya terjual juga. ada supir yang membeli gantungan kunci tersebut. lalu ada supir lainnya. lalu ada lagi.
senang sekali melihat perjuangan bapak itu. dan saya.. anak laki-laki yang mencoba hidup mandiri walau kadang masih minta bantuan sana sini.
kelak saya akan menjadi seperti pedagang asongan itu. akan bekerja mati-matian untuk membela keluarga. ya nanti kelak.
sayang sekali saat itu saya harus beranjak dari tempat itu. tugas saya mengantar ibu saya ke pasar sudah selesai. sehingga saya harus kembali ke rumah mengantar ibu saya pulang
DAN UNTUK KALIAN PARA PEMINTA MINTA.
BAIK ITU PENGEMIS DI JALANAN.
BAIK ITU ANAK MANJA YANG MERENGEK RENGEK MINTA DI BELIKAN MOTOR, HAPE, BB, MOBIL
MATI SAJALAH KALIAN. DUNIA TERLALU SEMPIT UNTUK SAMPAH SEPERTI KALIAN.
tapi kemudian si pengemis bicara.. hei aku ini cacat. sehingga aku mengemis..
apa harus mengemis? masih banyak orang cacat yang mampu berdiri sendir dan usaha sendiri.
dan kemudian si anak manja berkata..
yee.,. situ sirik ya.. biarin bapak ku ini.. bapak ku orang kaya.
tunggu saja nanti ketika ayah mu mati. kau pun akan segera mati.




0 komentar: