Senin, 05 Juli 2010

ANJING!

ad300
Advertisement
diperuntukan untuk KAU. aku benci tapi masih ku hargai. atas dasar norma dan sosial.


prosa prosa bodoh seorang idiot para pemuja teori sakral.
titik terjenuh satu kejadian selama belasan tahun di permainkan
aku menahan cacimaki atas nama etika dan norma norma
mutlak sudah tak ada lagi yang layak aku bela

teringat kala bocah masih bertanya mana benar mana salah
tidak di pungkiri cerita latar pramuria membuat aku semakin pintar
mengerti siapa aku dalam poros galaksi kerangka pencipta semesta
temukan jawaban diantara sela rapatnya barisan tanpa godam

milyaran baris kata maki tak akan pernah bisa terucap
di batasi aturan yang telah di hafal sedari jalan belum di aspal
dosa dosa bebaris untuk di lenyapkan satu persatu satu
tapi khalayak tak pernah tau sekejam apa dewasa merubah alur letak batu

jika hobi lebih penting di banding kebutuhan dan kewajiban
jika aku hanya di ciptakan untuk melayani dan mengerti anda
tapi di balik kebencian yang tersirat masih teringat cerita singkat
belasan tahun aku kau bela walau kadang terdengar seperti berpura pura

serupa musuh yang aku sangat benci tapi dia tetap sahabat sejati
serupa budak yang yang siap mati walau tuan tetap berlari
serupa sampah yang selalu aku simpan di balik kantong celana
serupa kertas usang yang selalu tergeletak di pojokan meja

mengertikah anda bahwa sedang dalam keadaan benar benar hitam.
ingin berteriak pun tak mampu terlalu kuat dunia untuk aku lawan
kapitalis memang selalu menang karena aku bukan lawannya
haruskah kembali mengalah dan meratap untuk satu wacana.. "MATERI"
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: