Minggu, 07 Maret 2010

maaf, saya hancurkan senyum sumringahmu.

ad300
Advertisement
belum berani saya melihat wajah bapak saya yang pasti beliau kecewa terhadap anaknya ini. ya kecewa karena saya gagal membuat beliau tersenyum. beberapa minggu yang lalu saya senang melihat wajah bapak tersenyum lebar melihat saya sebagai anaknya hampir bisa mewejudkan keinginannya. tapi ternyata dunia masih nggan melihat saya seperti itu. harapan itu pupus di bantah sebuah surat keputusan mentri yang saya sendiri tidak tau apa maksudnya itu. ya. sebuah SK. hanya karena sebuah SK. sialan anjing tuh mentri. gara gara dia semua harus kembali hancur. tak inginkah dia melihat bapak ku bahagia? tak ingin kah dia melihat aku bahagia? sepertinya mentri itu sinis akan kehidupan saya.

ya sudah toh itu udah menjadi garis kehidupan saya.. mungkin alloh berkehendak lain. dan saya percaya akan ada titik terang di ujung ruang gelap ini. saya hanya bisa meraba di kegelapan. antara senang dan kecewa. dengan paksaan tawa yang terdengar perih walaupun sebenarnya di usahakan untuk tertawa terbahak bahak. udah bosan bermain dengan kata kata. pengennya sih langsung teriak dengan lantang siapa nama orang itu? siapa yang memberi harapan itu? dan siapa juga yang menghancurkan harapan itu. tapi kembali teringat kata kata ibu saya. mulutmu harus dijaga. jangan terlalu congkak berteriak karena kelak kau akan bertemu orang yang lebih hebat di banding kamu.

kini hanya bisa meringis menahan tinju yang sebenaranya ingin aku hempaskan terhadap dunia yang tak henti hentinya menyudutkan aku. cerita kejadin ituakan menjadikan aku semakin kuat. cerita kejadian itu akan membuat aku tertidur semakin lelap. tapi takan membuat aku lupa bahwa mungkin aku mengecewakan kalian. aku masih berusaha. doakan saja semoga harapan itu kembali muncul dan terkabul.

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: