![]() |
| Advertisement |
emang sulit kalau kita harus berhadapan dengan kenyataan.. sekuat apapun kita berteriak. sekuat apapun kita memberontak. tapi itulah kenyataan. kenyataan bahwa kita di lindas oleh takdir. kenyataan bahwa kita di kalahkan oleh waktu. ya waktu. ada apa dengan waktu? seandainya satu hari itu ada 48 jam. mungkin semuanya akan berakhir berbeda. aku mempu menyelesaikannya satu persatu. tapi kenyataan nya adalah satu hari hanya 24 jam. dimana 5 jam diantaranya aku gunakan untuk tidur, dan aku telah membuang waktu 5 jam hanya untuk tidur. seharusnya aku tak perlu tidur. sehingga dapat menyelesaikan beberapa hal di dalam waktu yang 5 jam itu. tapi kenyataan aku memerlukan tidur. sekali lagi. aku di kalahkan oleh kenyataan. ya! KENYATAAN.
selanjutnya akan seperti apa?
aku bergerak mundur..
menjauhi peradaban..
aku bergerak mundur..
mendekati pesakitan..
aku bergerak mundur..
mendekati jurang terjal
aku bergerak mundur.
mendekati sudut kamar.
aku bergerak mundur
mendekati kertas usang itu
menulis puisi lagi
puisi yang bahkan penyair terhebat pun tak akan mengerti apa yang aku tulis.
hanya matahari yang mampu membacanya.
ditekan. disudutkan. disalahkan. lalu di lupakan.




0 komentar: