![]() |
| Advertisement |
kehilangan jari telunjuk karena di patahkan sakral egoisme.
duduk perkara sejak para pasukan artileri yang kau datangkan
ketika aku harus rasakan senyum kau taburi lagi dengan cuka.
aku tau sejak orang tua berkata bahwa bunga putih lebih baik
daripada kain hitam yang aku pilih dan banggakan.
bahkan lembaran kertas usang barisan puisi lama tak lagi berarti
ya. itu hanya ungkapan pesakitan yang akan karam di laut mati
ketika teman datang dan katakan. putarkan saja ceritanya
karena aku terlalu sering menyakiti diri hingga darah pun tak lagi merah
karena matahari terlalu jauh dan terlalu panas untuk dapat aku sentuh
melihat fakta aku hanya selembar kertas yang tercecer di pinggir meja.
tak tau harus berkata. hanya menunggu jawaban takdir. apakan kanan atau kiri
apakah hitam atau putih. apakah hidup atau mati.




0 komentar: